Rabu, 04 Mei 2011

Rahasia Sujud Dalam Saholat


Seorang dokter neurologi dari Amerika telah melakukan sebuah penelitian yang membuktikan manfaat sujud pada saat umat Islam sedang salat bagi kesehatan otak manusia.

Dokter itu mengungkapkan bahwa sewaktu ia melakukan kajian terhadap syaraf otak, terdapat beberapa urat-urat syaraf otak manusia yang tidak bisa dimasuki oleh darah. Padahal pada setiap inchi otak manusia memerlukan darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.

Setelah membuat kajian yang memakan waktu, akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat syaraf di dalam otak tersebut melainkan saat seseorang sedang sembahyang, yakni ketika sedang sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat syaraf tersebut menurut kadar waktu sembahyang (sujud) yang diwajibkan dalam Islam.

Dari penelitian tersebut dia menyimpulkan bahwa selain sebagai kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam, salat dapat memberikan manfaat kesehatan bagi yang melaksanakannya. Semoga dengan semakin banyaknya kajian-kajian seperti ini akan memberikan dorongan positif bagi umat Islam untuk rajin melaksanakan salat secara khusyuk dan sesuai aturan.(sumber)

Pendamping Rasulullah di Negeri Yang Kekal Abadi

Selasa, 26 April 2011
penulis Ummu ‘Abdirrahman Anisah bintu ‘Imran
Sakinah Cerminan Shalihah 05 - Juli - 2003 08:14:13
Wanita mulia putri seorang yg mulia. Kemuliaan yg dicurahkan oleh Rabb dgn puasa dan shalat malamnya. Kemuliaan yg membuat diri tetap berdampingan dgn orang yg paling mulia Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Putri seorang yg paling mulia setelah Abu Bakr Ash Shiddiq Hafshah bintu ‘Umar bin Al Khaththab bin Nufail bin ‘Abdil ‘Uzza bin Riyah bin ‘Abdillah bin Qarth bin Razzah bin ‘Ady bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib Al Qurasyiyyah Al ‘Adawiyyah radliallahu anhu. Ibu bernama Zainab bintu Madh’un bin Hubaib bin Wahb bin Hudzafah bin Jumah Al Jumahiyah. Dia dilahirkan lima tahun sebelum masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diangkat sebagai nabi.
Hafshah merangkai kisah hidup dlm ikatan pernikahan dgn Khumais bin Hudzafah As Sahmi seorang sahabat mulia yg turut terjun dlm pertempuran Badr. Namun ikatan itu harus terurai. Khumais terluka dlm peperangan Uhud hingga akhir meninggal dunia di Madinah.
Dilalui kesunyian hari-hari tanpa seseorang di sisinya. Kesedihan tdk tersembunyi dari wajahnya. Betapa pilu hati ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu anhu melihat semua itu. Betapa ingin dia mengusir kesedihan hati putrinya. Terlintas di benak sosok seorang yg mulia Abu Bakr Ash Shiddiq z. Usai masa ‘iddah Hafshah bergegas ‘Umar berangkat menemui Abu Bakr. Dikisahkan peristiwa yg menimpa putri kemudian ditawarkan Abu Bakr utk menikah dgn putri tercintanya. Akan tetapi ‘Umar tdk mendapati jawaban sepatah kata pun dari Abu Bakr.
Remuk redamlah hati ‘Umar. Dia bangkit meninggalkan Abu Bakr dgn menyisakan kemarahan. Kemudian ‘Umar menemui ‘Utsman bin ‘Affan yg baru saja kehilangan kekasih Ummu Kultsum putri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Diceritakan pula tentang putri dan ditawarkan ‘Utsman utk menikahi putrinya. ‘Utsman pun terdiam kemudian memberikan jawaban yg membuat hati ‘Umar semakin hancur “Kurasa aku tdk ingin menikah dahulu hari-hari ini.” ‘Umar kembali dgn membawa bertumpuk kekecewaan.
Dengan penuh gundah ‘Umar menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Diungkapkan segala yg dialaminya. Merekahlah senyuman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu beliau berkata “Hafshah akan menikah dgn seseorang yg lbh baik daripada ‘Utsman dan ‘Utsman akan menikah dgn seseorang yg lbh baik daripada Hafshah.”
Siapa yg menyangka ternyata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam meminang Hafshah putri sahabat ‘Umar bin Al Khaththab radliallahu anhu. tdk terkira kegembiraan yg memenuhi hati ‘Umar. Seusai menikahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dgn putri ‘Umar segera mendatangi Abu Bakr utk mengabarkan peristiwa besar yg dia alami sebagai suatu kemuliaan dari Allah  diiringi dgn permintaaan maaf. Abu Bakr tersenyum mendengar penuturan ‘Umar “Barangkali waktu itu engkau sangat marah padaku. Sesungguh aku tdk memberikan jawaban krn aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyebut-nyebut Hafshah. Akan tetapi aku tdk ingin menyebarkan rahasia beliau. Seandai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tdk menikahi pasti aku akan menikah dengannya.”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikah dgn Hafshah pada tahun ketiga hijriyah dlm usia Hafshah yg kedua puluh tahun. Semenjak saat itu Hafshah hadir dlm rumah tangga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam setelah ‘Aisyah radliallahu anha Pada tahun itu pula beliau menikahkan ‘Utsman bin ‘Affan radliallahu anhu dgn putri beliau Ruqayyah radliallahu anha
Dalam rentang perjalanan menapaki rumah tangga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tercatat kisah yg mengguratkan sejarah besar. Dari peristiwa itulah turun ayat-ayat dlm Surat At Tahrim sebagai teguran Allah Subhanahuwata ‘ala erawal kisah ini dari singgah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di rumah Zainab bintu Jahsy radliallahu anhumaBeliau tertahan beberapa lama krn meni’mati madu yg dihidangkan Zainab. Tatkala mendengar hal itu meluaplah riak-riak kecemburuan ‘Aisyah. Dia kabarkan hal ini kepada Hafshah. Kemudian ‘Aisyah dan Hafshah pun bersepakat apabila beliau menemui salah seorang dari mereka berdua hendak dikatakan bahwa beliau telah makan buah Maghafir.
Inilah yg dilakukan oleh ‘Aisyah dan Hafshah hingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan “Aku tdk makan buah maghafir. Aku hanya minum madu di tempat Zainab dan aku tdk akan mengulangi lagi.”
Pun tdk hanya itu yg terjadi. Peristiwa lain turut mengiringi ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendatangi budak beliau Mariyah Al Qibthiyyah di rumah Hafshah. Kecemburuan Hafshah pun membuncah “Ya Rasulullah engkau lakukan hal itu di rumahku di atas tempat tidurku dan pada hari giliranku.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun segera meredakan kemarahan Hafshah. Beliau menyatakan bahwa sejak saat itu Mariyah haram bagi beliau. tdk lupa beliau berpesan agar Hafshah tdk menceritakan apa yg terjadi pada siapa pun. Namun Hafshah tdk memegangi pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dia mengungkap peristiwa itu di hadapan ‘Aisyah x.
Siapakah yg dapat bersembunyi dari Allah? Tentang dua peristiwa ini Allah turunkan wahyu kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘Alaihi Wasallam agar tdk mengharamkan segala yg Allah halalkan semata-mata utk mencari keridhaan istri-istri beliau. Allah kabarkan kepada beliau tentang apa yg diperbuat ‘Aisyah dan Hafshah c disertai pula teguran kepada mereka berdua utk bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala yg mulia ini terus dibaca terus membuahkan banyak faidah.
Perjalanan rumah tangga dgn segenap pasang surutnya. Suatu ketika pernah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hendak menceraikannya. Namun Jibril  menahan beliau “Kembalilah kepada Hafshah! Sesungguh dia wanita yg banyak puasa dan shalat malam dan dia adl istrimu kelak di dlm surga.” Hafshah bintu ‘Umar radliallahu anhu wanita mulia yg meraih kemuliaan dgn puasa dan shalat malamnya.
Hafshah meni’mati bimbingan dlm liputan cahaya kenabian. Dia meriwayatkan banyak ilmu dari sisi suami yg tercinta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga dari ayah ‘Umar ibnul Khaththab radliallahu anhu. Sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dia sebarkan ilmu hingga tercatatlah deretan nama para sahabat yg meriwayatkan dari Hafshah bintu ‘Umar radliallahu anhu di antara ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu anhu saudara laki-lakinya.

Masa terus berjalan khilafah berganti. Pada tahun keempat puluh lima setelah hijrah pada masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan radliallahu anhu Hafshah bintu ‘Umar radliallahu anhu kembali kepada Rabb-nya. Kala itu Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Hurairah radliallahu anhuma terlihat turut mengusung jenazah Hafshah radliallahu anhu dari kediaman hingga ke kuburnya. Wanita mulia itu telah tiada kehidupan meninggalkan keharuman ilmu dan guratan berharga bagi umat ini. Hafshah bintu ‘Umar semoga Allah meridhainya.
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.
Sumber bacaan :
1. Al-Ishabah karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al ‘Asqalani 7/581-582
2. Fathul Bari Syarh Shahih Al Bukhari karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al ‘Asqalani 8/807-808
3. Nashihati lin Nisaa’ karya Ummu ‘Abdillah Al Wadi’iyyah hal. 130
4. Siyar A’lamin Nubalaa’ karya Al Imam Adz Dzahabi 2/227-231
5. Tahdzibul Kamal karya Al Imam Al Mizzi 35/153-154
Sumber: www.asysyariah.com
gambar oleh:teropong misteri

Keajaiban Al Qur'an dan Ilmu Pengetahuan

tatasurya
Benar kiranya jika Al Qur'an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur'an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.
Sebagai contoh ayat di bawah:
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" [Al Anbiyaa:30]
Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang dan teori ilmiah lainnya menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.
Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur'an.
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)
Langit yang mengembang (Expanding Universe)
Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)
Menurut Al Qur'an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Menurut Stephen Hawkings dengan teori Big Bang, sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Teori lain seperti Inflationary juga berpendapat jagad raya terus berkembang. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.
Gunung yang Bergerak
PergerakanGunung
"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan." [QS 27:88]
14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur'an disebutkan gunung itu bergerak.
Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah "continental drift" atau "gerakan mengapung dari benua" untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur'an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur'an.
"Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya." (Al Qur'an, 15:22)
Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia
"Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (Al Qur'an, 30:1-4)
Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)
Diselamatkannya Jasad Fir'aun
ramsesii"Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu" [QS 10:92]
Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir'aun di Mesir. Pada mumi Ramses II Dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya. Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala ketika sedang mengejar Nabi Musa as.
Injil & Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Perhatikan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil & Taurat pun tidak disebut). Makam Fir'aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817. Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (bukan buatan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam).
Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan
Al Qur'an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.
"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui." [Yaa Siin 36:36]
Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.
Meskipun gagasan tentang "pasangan" umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan "maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut "parité", menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:
"...setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan ... dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat."
Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian "dikirim ke bumi", persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur'an diturunkan.
Tulisan di atas hanyalah sebagian kecil dari keajaiban Al Qur'an yang ada dan ternyata sesuai dengan ilmu pengetahuan modern. Bagi yang ingin tahu lebih banyak silahkan baca buku referensi di bawah.
Jelas Al Qur'an itu benar dan tak ada keraguan di dalamnya.
"Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa" [Al Baqarah:2]
Jika agama lain bisa punya lebih dari 4 versi kitab suci yang berbeda satu dengan lainnya, maka Al Qur'an hanya ada satu dan tak ada pertentangan di dalamnya:
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." [An Nisaa':82]
Al Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang bisa dihafal jutaan manusia (Hafidz/penghafal Al Qur'an) sehingga keaslian/kesuciannya selalu terjaga.
Sumber:
Harun Yaya
Mukjizat Al Qur'an, Prof. Dr. Quraisy Syihab
BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille
Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta
Sumber: http://media-islam.or.id/

Rahasia Angka-angka Dalam Al-Qur’an


Kamis, 28 April 2011

Kata-kata dalam Al-Qur’an, dengan sejumlah pengulangannya merupakan Mukjizat, jumlah kata-kata dalam Al-Qur’an yang menegaskan kata-kata yang lain ternyata jumlahnya sama dengan jumlah kata-kata Al-Qur’an yang menjadi lawan kata atau kebalikan dari kata-kata tersebut, atau diantara keduanya ada nisbah kontradiktif.

Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada ayat-ayat mulianya, makna-maknanya, prinsip-prinsip dan dasar-dasar keadilannya serta pengetahuan-pengetahuan gaibnya saja, melainkan juga termasuk jumlah-jumlah yang ada dalam Al-Qur’an itu sendiri, begitu juga pengulangan kata dan hurufnya, orang-orang yang melakukan ‘ulum’ Al-Qur’an sejak dulu sudah menyadarai adanya fenomena tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu.

Para peneliti terdahulu sudah mencatat, bahwa surat-surat yang dibuka dengan huruf-huruf ‘muqaththa’ah’ berjumlah 29 surat, sementara jumlah huruf ‘hijaiyah’ Arab ditambah dengan huruf “Hamzah” juga berjumlah 29 huruf hal ini dengan sudut pandang bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab.

DR. Abdul Razaq Naufal dalam bukunya berjudul ‘ Al’Ijaz Al’Adadiy Fi Al-Qur’an Al Karim” beliau menulis beberapa tema-tema tersebut terjadi keharmonisan diantara jumlah kata-kata Al-Qur’an dan berikut ini adalah sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan Mukjizat, dari jumlah kata dalam Al-Qur’an sebanyak 51.900, Jumlah Juz 30, Jumlah Surat 112, keanehan yang ada diantaranya sbb :

* Kata ‘Iblis” ( La’nat ALLAH ‘alaihi ) dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 11 kali, sementara “Isti’adzah” juga disebutkan 11 kali, Kata “ma’siyah” dan derivatnya disebutkan sebanyak 75 kali, sementara kata “Syukr” dan derivatnya juga disebutkan sebanyak 75 kali.
* Kata “al-dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-akhirah” sebanyak 115 kali.
* Kata “Al-israf” disebutkan 23 kali, kata kebalikannya “al-sur’ah” sebanyak 23 kali.
* Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya ‘Al-syayathin” juga 88 kali.
* Kata “Al-sulthan disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “Al-nifaq” juga 37 kali.
* Kata “Al-harb”(panas) sebanyak 4 kali, kebalikannya “ Al-harb” juga 4 kali.
* Kata “ Al-harb (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “Al-husra” (tawanan) 6 kali.
* Kata “Al-hayat” (hidup” sebanyak 145 kali, kebalikannya “Al-maut” (mati) 145 kali.
* Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” ( katakanlah) sebanyak 332 kali.
* Kata “Al-sayyiat” yang menjadi kebalikan kata “Al-shahihat” masing-masing 180 kali.
* Kata “Al-rahbah” yang menjadi kebalikan kata “Al-ragbah” masing-masing 8 kali.
* Kata “Al-naf’u” yang menjadi kebalikan kata “Al-fasad” masing-masing 50 kali.
* Kata “Al-nas” yang menjadi kebalikan kata “Al-rusul” masing-masing 368 kali.
* Kata “Al-asbath” yang menjadi kebalikan kata “Al-awariyun” masing-masing 5 kali
* Kata “Al-jahr” yang menjadi kebalikan kata “Al-alaniyyah” masing-masing 16 kali
* Kata “Al-jaza” 117 kali ( sama dg kebalikannya),
* Kata “Al-magfiroh” 234 kali ( sama dengan kebalikannya),
* Kata “Ad-dhalala” ( kesesatan) 191 kali ( sama dengan kebalikannya),
* Kata “Al-ayat” 2 kali “Ad-dhalala” yaitu 282 kali. Dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini.
* Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.
* Kata “Syahr” ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun.
* Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk plural (jamak) sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan.
* Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
* Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
* Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah raka’at dalam solat 5 waktu
* Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam.
* Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib.

Mengungkap Rahasia Allah Dalam Lautan


Kamis, 28 April 2011
Pengantar: Dr. Abdurahman R.A. Haqqi
Penerbit: Arasy, (Kelompok Mizan)
Tahun: Cetakan I, Desember 2004
Tebal: 552 halaman

Selain keyakinan kita bahwa musibah adalah peringatan dari Allah SWT, makna apa yang bisa menjelaskan pada kita akan hadirnya badai dasyat bernama `tsunami' yang menerjang hampir seluruh pantai di pesisir Asia tanggal 26 Desember 2004 kemarin?
http://pusatkelautandanperikanan.files.wordpress.com/2011/01/lautan-atlantik1-300x202.jpg
Sebuah air bah dahsyat, menjulang tinggi, setinggi gunung kelapa. Laksana makluk raksasa, dia bisa menghajar dan menghancurkan gedung-gedung. Dia juga bisa menggulung manusia dan mencampurnya dengan urapan sampah rumah dan bangkai-bangkai mobil. Lalu melemparkan kapal berbobot 200 ton jauh ke kota. Seolah memiliki tangan kekar, dia juga mampu menjebol beton besi, menyeretnya dengan jarak berkilo-kilo dan menariknya kembali ke dasar laut lepas dan kemudian hilang tanpa bekas. Dia bukan layaknya monster raksasa dalam film fiksi animasi kesukaan anak-anak buatan Jepang. Bahkan, dia hanyalah air biasa.

Siapa menyangka, air -- yang tadinya indah dan tenang -- dimana semilir angin dan suara deburan ombaknya menjadi tempat banyak orang melepas penat. Kejernihan air yang di dalamnya ada banyak rizki yang menjadi satu-satunya tempat masyarakat bergantung hidup. Tiba-tiba, kini, benda cair itu dianggap makluk menakutkan yang bisa berlari cepat memburu dan menyeret kaki-kaki manusia.

Kecuali, sedikit dari orang-orang yang hanya mau berpikir, tak banyak orang begitu paham. Sekalipun dia ilmuwan dan pakar yang telah menekuni ilmu selama puluhan tahun. Bahkan untuk membaca tanda-tandanya saja, mereka masih kalah dengan hewan.

Kandungan lautan

Kenyataannya, laut yang –kini dianggap mengerikan—itu bukanlah semata tempat ghaib. Dia adalah tempat nyata dan paling menakjubkan yang telah diberikan Allah hanya untuk manusia. Laut berserta airnya, adalah tempat mengais rizki yang tak pernah habis-habisnya.
Kandungannya menjanjikan kemakmuran dan kesejahteraan manusia. Dan permukaannya bisa memudahkan kita melakukan perjalanan jauh melintas benua. Hanya karena kebodohan kitalah, air dan lautan itu tak ubahnya seonggok barang yang tak berarti.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-x90bxIFLXuJPTlVikOfGZX7uPqDdLMZ1v0sXW2lp77Tc6LwBhgEUaLRitkxrpu55u1V2KpzR_EgUChIHTRwQrlrzKwHYCscYxeMNc3PlsTFj3LZPPeKX5MLLwhvZdy6Efds4WGutglwZ/s1600/laut-biru.jpg
Sudah menjadi rahasia umum, semenjak ilmu pengetahuan mencapai kejayaannya, tak banyak orang yang memalingkan wajahnya ke lautan. Bahkan sejak industri dikenal luas, banyak ilmuwan –dengan dukungan penguasa— terus-terusan menghabisan miliaran dollar untuk meneliti luar angkasa dan bintang-bintang.

Karenanya, penelitian luar angkasa terlihat lebih 'glamour' dibanding meneliti lautan beserta kandungannya. Sebutan Rocket Scientist mungkin kelihatan lebih trendy dibanding Marine Geophysic atau Marine Biologist.

Tapi banyak orang lupa. Justru di lautan jualah masa lalu dan masa depan kebergantungan umat manusia berada. Negara-negara besar dan kuat hanyalah negara-negara yang memiliki angkatan laut yang besar dan kuat. Negeri-negeri kaya masa depan adalah negeri-negeri yang
memiliki laut atau kepulauan dengan kandungan yang kaya. Sedangkan negeri-negeri yang hanya dikelilingi daratan (landlock) akan lebih susah berkembang.

Beberapa negara, seperti Jepang, Inggris, Irlandia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Selandia Baru, Bahrain adalah negara pulau. Juga negara-negara pesisir yang kuat ekonominya karena ditopang industri maritim, seperti Norwegia, Korea Selatan, Belanda dan Jerman.

Faktanya, memiliki tak pernah bisa menguasai. Karena ketidakmampuan mengelola laut, negara-negara yang seharusnya kaya-raya karena memiliki sumber daya alam, mereka justru miskin dan hidupnya susah. Mereka memiliki tapi tak mampu menguasai. Di Sierra Leone, Afrika Barat, dikenal lautnya kaya intan. Namun, kekayaan itu justu dikeruk bangsa Eropa dan Amerika Serikat (AS). Di Papua dan Riau, dikenal memiliki kandungan emas dan minyaknya. Namun, pengelolanya bukan orang-orang pribumi. Mereka tak lain adalah bangsa Amerika, bukan kita.

Ayat-ayat Allah

Al-Qur'an telah 1400 tahun lalu memberikan rahasia kekayaan yang ada di lautan. Prof. Zaghoul dari Universitas of Petroleum, Dahran, Saudi Arabia, pernah mengamati kandungan Al-Qur'an yang mengungkap misteri lautan. Menurutnya, ada sekitar 460 ayat yang mengungkap kandungan bumi dengan sangat rinci. Menyangkut bentuk, gerakan, dan asal-usulnya. Gunung-gunung, asal muasal atmosfer dan hidrosfer, kegelapan di lautan. Juga termasuk berbagai fenomena ilmu bumi (earth science) dengan sangat rinci. Menyangkut geologi, geofisika, geokimia, geografi dan geodesi.

Jauh sebelum lahirnya pakar-pakar tsunami dan gelombang laut, Al-Qur'an secara detil dan menjelaskan akan keganasan gelombang laut. Akibat ketakjuban kandungan Al-Qur'an ini, bahkan pernah mengantarkan seorang pelaut ulung asal Amerika memeluk Islam.

Garry Miller, pernah bercerita, di Toronto, Kanada, ada seorang pelaut ulung yang menghabiskan waktunya di atas kapal dan seluruh hidupnya di atas lautan. Suatu ketika, seorang Muslim meminjamkannya Al-Qur'an. Pria ini kemudian terkaget-kaget setelah membaca isi Al-Qur'an Surat An-Nur: 40, yang menganggap teori gelombang laut.

"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang bertindih-tindih, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa oleh Allah tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitnya." (QS. An-Nur: 40)

Sebuah perumpamaan yang luar biasa, "..diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak, dan di atasnya awan; gelap gulita yang bertindih-tindih" , tentu bukanlah sebuah gelombang biasa. Dia sebuah badai laut besar yang bertumpuk-tumpuk dan mengulung-gulung. Dialah
gelombang maha dasyat itu.

Menurut Garry Miller, karena kekaguman isi kandungan Al-Qur'an itu, sang pelaut lantas bertanya kepada si pemilik Al-Qur'an. "Apakah Muhammad itu seorang pelaut? Bukan, bahkan sesungguhnya Muhammad tinggal di tengah gurun pasir." Jawaban itu kontan membuat sang
pelaut mengimani al-Qur'an dan segera memeluk Islam. Bagaimana mungkin, ada sebuah kitab mampu menjelaskan teori ombak besar bertindih-tindih sedang penyampai risalah itu (Nabi Muhammad) justru tinggal di sebuah padang pasir cadas Mekah dan Madinah, yang jauh
lebih dari 100 kilometer dari pesisir Laut Merah jika bukan sebuah kitab suci?

Al-Qur'an tak hanya mengulas rahasia gelombang dasyat semata. Apa yang akan Anda pikirkan dengan isi kandungan QS. Al-Thur ayat 6 yang isinya berbunyi, "Dan lautan yang di dalam tanahnya ada api." Bagi orang-orang yang tak mau merenung dan berpikir, akan sulit memahami isi Al-Qur'an apalagi kemudian menyatakan segera berserah diri bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Benar.

Istilah gelombang yang bergulung-gulung, dan api yang keluar dari dasar lautan itu sudah ada sejak 1.400 tahun lalu, sebelum pakar-pakar tsunami mampu menjelaskan ada ombak berbahaya dan menakutkan atau gempa di dasar lautan.

Ketika baru beberapa tahun ini para ilmuwan mampu membuktikan bahwa bola bumi tidak statis alias bergerak, melalui pengukuran geomagnetik, mereka gembira luar biasa karena bisa menjelaskan bahwa kulit bola bumi bisa berpindah-pindah dan bergerak. Tapi rupanya
mereka kecele, sebab jauh sebelumnya, ribuan tahun lalu, Al-Qur'an telah mengungkapnya secara gamblang.

Dalam Surat an-Naml ayat 88 dan al-Thur ayat 10, Al-Qur'an mengatakan dengan sangat jelas, "Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangga ia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagaimana jalan awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kukuh tiap-tiap
sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Naml:88).

Masih banyak penjelasan dari rahasia laut yang ditunjukkan Allah SWT dalam al-Qur'an –yang juga ditulis dalam buku ini – yang tentu tak bisa diungkap semuanya di sini. Jika kemudian banyak orang mengatakan semua agama sama, bisakah kita meletakkan kesamaannya dan
membandingkan kitab suci mereka dengan al-Qur'an? Yang juga sama bisa menjelaskan gelombang yang bergulung-gulung, api yang keluar dari dasar lautan dan gunung yang bisa berjalan? Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu sembunyikan?

Buku ini tebal - terdiri dari 5 bab - yang ditulis dengan menggunakan sentuhan spiritual dan intelektual ini banyak mengungkap rahasia dan misteri lautan sebagaimana diungkap oleh al-Qur'an yang belum diungkap banyak orang.

Buku yang ditulis saudara Agus Djamil, seorang geosaintis Islam Indonesia, banyak mengupas ayat-ayat qauliyyah dan ayat qauniyyah (al-Qur'an) mengenai lautan lengkap dengan teori-teori bumi beserta penjelasan tafsirnya. Kandungan rahasia lautan yang ada dalam Al-
Qur'an ini seharusnya semakin menambah iman orang akan kebenaran Al-Qur'an. Kecuali orang-orang yang mendustakan agama. (Cholis)
ilustrasi gambar:teropongmisteri

Kisah Nabi Adam


Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna

.
Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."


Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25


Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t. 
 
Assalamu 'alaikum Wr. Wb
Alhamdulilah puji syukur atas kehadirat Allah swt. yang telah melimpahkan rahmat, karunia, nikmat, serta hidayahnya sehingga kita bisa diberi nikmat berupa iman, islam dan taqwa.
Selanjutnya saya sebagai generasi muda yang ingin melihatkan islam dan berbagai keindahan didalamnya mengingat generasi muda khususnya yang beragama islam yang akhir-akhir ini jarang memahami islam sebagai agamanya , jarang beribadah dan enggan untuk menaati ajaran islam. Untuk itu dengan seberkas artikel- artikel ini saya mengingatkan kepada diri saya sendiri khusunya dan saudara-saudara ku seiman islam mengajak untuk memahami islam, cerita-cerita dan ilmu yang ada di dalamnya.
Semoga dengan adanya artikel ini kita mampu menjadi orang yang bahagia dunia dan akhirat dan Di ridhoi oleh Allah swt. amin.
akir kata
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.